Dear Friends,
Sebagai pribadi ketika kita mencapai suatu usia tertentu.. maka akan
timbul keinginan dan “tuntutan” untuk memulai sebuah keluarga kecil.
Memang itu adalah hal yang lumrah, karena Tuhan memang menciptakan
manusia berpasangan2an.
Kekhawatiran sering muncul apabila di lingkungan sekitar kita juga
menekankan bahwa kita harus mengingat usia yang tidak muda lagi serta
jam biologis dan sebagainya. Bahkan di daerah tertentu, wanita atau pria
yang belum menikah pada usia tertentu seolah mendapat cap negatif
sebagai “Perawan Tua” atau “Bujang lapuk”..
Somehow someway , menurut saya ini lucu.. karena dimana letak hak
orang2 tersebut memberikan stempel negatif tersebut. Jujur saja, menurut
saya justru penilaian dan cap negatif itu yang membawa banyak orang
terjebak dalam kehidupan yang seperti kerupuk kulit. Besar namun kopong.
Pernikahan yang didasari oleh niat yang baik dan keinginan yang tulus
ikhlas untuk membentuk keluarga yang baik akan mempunyai kesempatan
lebih besar untuk bahagia..
Namun pernikahan yang dimulai tanpa dasar yang kuat, misalnya hanya
untuk menghindari stempel “Perawan Tua” atau bujang lapuk dari
lingkungan terdekat , memenuhi kebutuhan biologis semata, dijamin tidak
akan membawa kebahagiaan.
So ladies and gentlemen, ketika usiamu sudah mencukupi untuk
berkeluarga, namun Tuhan belum mempertemukanmu dengan seseorang yang
terbaik bagimu… Bersabar saja, nikmati dulu kebebasanmu sebagai pribadi
bebas yang belum terikat.
Usia hanya deretan angka, dan pernikahan bukanlah perlombaan untuk dimenangkan.
Jangan sandarkan bahumu pada seseorang yang belum bisa meyakinkanmu bisa menyediakan bahunya untuk disandarkan.
Being Single is an option and not a crime…..
Being married is an option and it’ll be a greatest thing when you do it in the right time, with good intentions ..
and succeeded.
Cheers,
Dheanee
No comments:
Post a Comment