Laman

Saturday, July 28, 2012

Introspeksi & Tidak Menghakimi

Pengalaman adalah guru berharga.
Saya teringat kata2 seorang sahabat, yang mengingatkan saya untuk
tidak menghakimi orang lain.
"Yang kemarin penjahat, jika Tuhan menghendaki esok bisa saja dia
bertobat dan menjadi pahlawan. Dan begitu pula sebaliknya."

Dulu saya pernah meragukan hal itu... karena saya kerapkali terbawa
emosi dalam menilai seseorang yang sudah melakukan hal buruk, sehingga
otomatis tidak lagi menggunakan nalar saya untuk berfikir lebih jauh.
Saya sebagai wanita yang cenderung menggunakan perasaan dalam
bertindak, seringkali logika dikalahkan oleh perasaan, baik itu cinta,
amarah, kesedihan, dsb.
Tidak mudah memang mengalahkan mengutamakan logika diatas perasaan
seperti pria.
Seharusnya saya mau berfikir, mengapa Tuhan memberi saya ujian dalam
berbagai cara di hidup ini? Bukan hanya melaluinya saja, tetapi juga
harus bisa memetik pelajaran dari dalamnya. Dalam hal yang menyakitkan
contohnya, pelajaran yang harus dipetik adalah instrospeksi diri dan
memaafkan.

Ketika dulu orang terdekat saya menyakiti saya dengan cara yang buruk,
seharusnya saya mau berkaca, apa partisipasi kesalahan saya didalamnya
sehingga melatarbelakangi hal itu. Namun dulu saya enggan mengakuinya
karena emosi perasaan saya mengendalikan pola pikir saya. Sulit bagi
saya untuk memaafkan.

Seiring berjalannya waktu, kala emosi sudah tidak lagi memuncak, Tuhan
mengingatkan saya perlahan melalui kejadian di sekeliling saya dan
kali ini saya seperti melihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda
beda. Saya seperti disadarkan, bahwa saya pernah melakukan kesalahan2
itu. Namun yang saya lakukan dulu bukannya instrospeksi diri tetapi
justru menghakimi. Belum cukup hanya menyadari kesalahan saya saja,
saya pun diberi kesempatan untuk memandang dari sisi orang2 yang dulu
pernah menyakiti saya dengan cara yang hampir sama.

Sekarang saya sadar, manusia memang bisa melakukan banyak kesalahan
besar dalam hidup. Namun bukan berarti lantas membuktikan mereka orang
yang jahat. Karena itu belum tentu.
Ini mengingatkan saya, bahwa bukan hal yang baik jika kita langsung
menghakimi orang lain atas kesalahan yang sudah mereka lakukan,
sebelum kita sendiri benar2 berkaca apa kita bisa lebih baik dari
mereka jika ada di posisi yang sama.

Hidup itu proses, selama jantung masih berdetak setiap detiknya adalah
pembelajaran.
Jangan terlalu membenci sesuatu hal lalu menghakimi, karena bisa saja
esok hari Tuhan akan mengingatkanmu justru dari posisi yang paling
kamu benci.
We'll never know... ^^

-Dheanee-

No comments:

Post a Comment