Laman

Tuesday, December 20, 2011

Just to share... another opinion from me...

Saya senang membaca status teman2 saya di fb, twitter dll..
kayaknya seru yaa... ini yang lagi buat saya tertarik untuk berpendapat.. :)

COPAS dari status FB sahabatku... "

Ada lelaki yg berkata: "Aku mencari seorang isteri yg berjiwa ke-ibuan agar mampu mendidik dan membina anak-anakku dengan baik".

Dan saya menyampaikan: "Untuk apa mencari wanita yg bejiwa ke-ibuan, semua wanita pasti akan berjiwa ke-ibuan seiring berjalannya waktu. Karena itulah fitrah bagi seorang wanita. Untuk sekarang mungkin ia belum bersifat keibuan dan lebih dewasa. Namun sifat mulia itu akan muncul saat engkau menikahinya dan ia melahirkan anak darimu." ^_^


Kata2nya mantap yaa.... tenang, yang memancing komentar saya bukan ini... 
tetapi jawaban dari salah satu temannya...

"saat ini banyak wanita yang : 
1- bukan kondisi harus operasi, tapi mmg tidak mau melahirkan dari jalan keluarnya bayi, 
2- bukan tidak keluar asinya, tapi tidak mau menyusui anaknya krn alasan menjaga keindahan buah dadanya, 
3- memilih ada baby sister untuk mengurus anaknya, krn ingin santai dan tak mau repot, 
4- suka merias diri ketika akan keluar rumah, tapi ketika malam suami dihadapkan dengan wajah yg penuh dengan cream, dg alasan mempercantik wajah.dan banyak hal lagi, apakah perilaku yg tersebut diatas bagian dari keibuan?"

Hmmmm.... yang ini membuat saya gatal untuk berkomentar karena hal tersebut dijadikan tolak ukur apakah wanita tersebut di atas keibuan atau tidak..... Lets begin shall we... ^^

1. memilih cesar daripada melahirkan secara normal.
    
Saya memang belum pernah melahirkan, namun beberapa sahabat, famili saya jelass banyak yang sudah.
Memilih normal atau cesar itu menurut saya hak pribadi masing2 ibu hamil yaa... rasanya kita tidak punya hak untuk menilai para ibu yang lebih memilih cesar secara pribadi tanpa ada faktor kesehatan yang lain tidak keibuan.
Mereka sama2 menyayangi dan mengasuh anak2 mereka dengan cara yang baik. Dan saya garis bawahi... untuk sebagian orang ada yang memang merasa lebih nyaman melakukan operasi dibanding secara normal. Well selama memang uangnya ada itu 100% hak mereka. Mereka yang melahirkan, bukan kita.
Jika ada yang keberatan yaa silahkan terapkan itu di istrinya sendiri saja, tidak usah menilai ibu melahirkan yng lainnya tidak keibuan. Ibaratnya, "kaum pria menyediakan adonannya, yang memanggang kuenya kan para wanita. Suka2 wanitanya dong mau angkat kuenya dengan cara apa. "

2. Memilih tidak menyusui anaknya krn menjaga keindahan buah dadanya.

Mungkin hanya segelintir wanita saja yng seegois itu, tetapi skalipun tidak menyusui langsung bayinya ada kok yang tetap memberikan asinya dengan cara dipompa.
Dan memang tidak semua wanita menyusui anaknya secara ekslusif, so what.. anaknya tetap mendapat asupan gizi yang cukup kok. Dan kl saya angkat salah satu alasan untuk menjaga keindahan payudara, yaa itu masuk akal  juga, pada usia tertentu anaknya akan mulai tumbuh gigi. Dan krn gusinya gatal mereka akan lebih agresif ketika menyusui.. Apabila si ibu putingnya sampe lecet2 krn menyusui apakah buka para suaminya juga yang nantinya juga akan terpengaruh??? Come on... apapun yang terjadi dengan istri anda, sudah otomatis para suami yang akan kena getah paling pertama. "A wife with a good boobs equals with a husband's big and happy smile" berlaku sebaliknya. 

3. Memilih Baby sitter untuk mengurus anak , karena ingin santai dan tidak mau repot.

Perempuan sebagai ratu di rumah tangga, sebagai istri untuk suaminya, sebagai ibu untuk anak2nya. Juga mengandung arti harus mempunyai tenaga extra full setiap hari. Di pagi hari menyiapkan kebutuhan suaminya, siang mengurus anak, dan malam hari... "mengurus suaminya" lagi. Please understand us, we're not machines.
Baby sitter bisa membantu mengurangi beban, ikhlasin aja kenapa kl memang suaminya punya rezeki lebih untuk bayar baby sitter. Jadi pas suami pulang energi-nya istri masih ada kan?? ujung2nya buat siapa juga yaa??
Bukan berarti engga keibuan dong dengan punya baby sitter.

4. Suka merias diri ketika akan keluar rumah, tapi ketika malam suami dihadapkan dengan wajah penuh cream kecantikan.

Why do these man always complain?? that's the consequnces of marriage. Terima satu paket doong.. Waktu mereka padat di pagi hari, ngurus rumah, ngurus anak, ngurus suami. Kl mereka mempercantik diri di malam hari ya wajar kan, waktu paling senggang di malam hari. Dan kecantikan itu yang menikmati juga siapa? Suaminya juga kan. 
Dan sekarang kita balik sedikit yaa, para pria di kala mengejar wanita idamannya untuk diperistri atau dipacari juga sering menjaga bentuk fisiknya dengan mengejar bentuk six pack. Begitu sudah menikah mereka juga akhirnya pasrah dengan bentuk one pack di perut mereka. 
Kalo istri tidak memelihara kecantikan, suami protes dan lama2 mencari yang lebih cantik di luar sana.
Kalo istri mempercantik diri, suami pun protes krn merasa diabaikan lama2 juga akan mencari yang lain di luar sana.
Kok susah sekali yaa jadi perempuan??

hmmm terbukti kan siapa yang paling tidak puas. 

Masih berani mengklasifikan hal2 tersebut diatas bukan unsur keibuan?? Sama saja dengan mengakui bahwa pria 2 yang beropini sperti itu adalah orang2 egois. 
Karena apapun yang perempuan lakukan, mereka tidak mau melihat latar belakang dan untuk siapa para2 wanita2 ini melakukan itu semua. 
Apakah ini sudah menjadi calon bapak/figur bapak yang ideal?
Silahkan jawab sendiri.

-Dheanee-

    

No comments:

Post a Comment